Operasi Folder Dalam PHP

Sekarang saya akan coba jelaskan sedikit mengenai operasi folder dalam PHP dan sejumlah fungsi yang terkait dengan folder direktori.

1. Mengubah Folder Kerja

Untuk mengubah folder kerja, PHP menyediakan fungsi bernama chdir(). Bentuk pemanggilannya adalah sebagai berikut

chdir(nama_folder)

Hasil  berupa :

– TRUE kalau operasi berhasil dilaksanakan.

– FALSE kalau terjadi suatu kegagalan.

2. Membaca Folder

Apabila anda bermaksud membaca isi suatu folder, anda harus membuka folder tersebut terlebih dahulu, baru kemudian bisa membacanya. Setelah operasi pembacaan selesai, anda perlu menutup folder tersebut.

Untuk membuka folder digunakan fungsi opendir(), sintak pemanggilannya sebagai berikut :

opendir(nama_dir)

Nilai balik fungsi ini berupa bilangan yang bertipe integer dan menyatakan pegangan folder, yang selanjutnya digunakan pada fungsi – fungsi yang akan segera akan kita bahas.

Nah setelah folder terbuka, maka barulah isi folder tersebut dapat kita baca dengan menggunakan fungsi readdir().

readdir(pegangan)

Disini argumen pegangan adalah pegangan folder yang diperoleh melalui pemanggilan fungsi opendir(). Adapun nilai baliknya berupa string yang berisi sebuah entri dalam folder.

Lalu untuk menutup sebuah folder cukup dengan fungsi closedir(pegangan).

contoh skrip :

<?php

    $dir=opendir(“.”);

    while ($entri = readdir($dir))

       print(“$entri<br>\n”);

    closedir($dir);

?>

3. Mengenal Objek Dir

Funsi dir() berguna untuk menciptakan objek folder(direktori). Objek ini dapat digunakan untuk menggantikan fungsi opendir(). Sebagai contoh :

$peg_dir=dir(“.”);

Akan menciptakan objek folder yang kemudian diacu oleh variabel $peg_dir. Dengan cara demikian, folder sekarang “.”  (yakni tempat skrip berbeda) sudah ada dalam keadaan terbuka. Selanjutnya, melalui variable tersebut, anda bisa memanggil metode bernama read(), rewind(), dan close().

4. Memperoleh Folder Kerja Sekarang

Untuk memperoleh nama folder sekarang(folder kerja),  anda dapat memanggil fungsi bernama getcwd(). Fungsi ini memberikan nilai balik berupa string yang menyatak nama folder sekarang.

5. Membuat Folder

PHP juga menyediakan fungsi untuk membuat folder, yaitu bernama mkdir(). Bentuk pemanggilannya :

mkdir(nama_path, mode)

  •  Argumen nama_path adalah string yang menyatakan nama path tempat folder akan dibuat.
  •  Argumen mode menyatakan acces permission yang akan diterapkan pada folder yang tercipta(pada windows, nilai ini tidak diperhatikan)
  • Nilai balik fungi berupa

–  TRUE bila folder berhasil diciptakan

–  FALSE bila folder gagal diciptakan

6. Menghapus Folder

Untuk melakukan penghapusan terhadap folder, Anda bisa menggunakan fungsi rmdir(). Bentuk pemanggilannya :

rmdir(nama_folder)

Nilai balik fungi berupa    :

–  TRUE bila folder berhasil dihapus

–  FALSE bila folder gagal dihapus

Demikian penjelasan singkat dari operasi folder didalam PHP, semoga yang sedikit ini bisa bermanfaat bagi anda yang membacanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s